Oleh: Wawan Purwadi

Ketua (Badan Permusyawaratan Desa) BPD Sawahan Narto mengatakan, pekan aspirasi di Desa Sawahan disambut bahagia warga. Karena melalui pekan aspirasi, BPD bisa langsung bertemu masyarakat.

“Sebelumnya belum pernah dilakukan. Seperti mengunjungi warga disabilitas, lansia, anak dan perempuan,” kata , Kamis 17 Oktober 2019.

“Kami juga berterima kasih kepada (Sekretariat Nasional Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran) Seknas FITRA dan (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan Untuk Kesejahteraan) KOMPAK yang mendukung kegiatan ini,” tambahnya.

Narto mengatakan, pekan aspirasi akan menjadi rencana kerja tahunan. BPD akan melakukan pekan aspirasi ini yang waktunya akan disesuaikan dengan kondisi desa.

Waktu pelaksanaannya sebelum Musdes diselenggarakan. Sehingga aspirasi masyarakat bisa langsung menjadi prioritas dalam penyusunan RKPDes.

Pekan aspirasi ini dirasakan sebagai upaya jemput bola. Menggali kebutuhan masyarakat yang sangat efisien dan efektif. Karena masyarakat dengan leluasa menyampaikan permasalahan dan kebutuhannya.

Sebelumnya masyarakat jika diundang menghadiri pertemuan Musdus, masih ada yang tidak mau atau takut bicara di depan umum. Beberapa anggota BPD juga baru menyadari bahwa penggalian aspirasi warga adalah salah satu tugas dan fungsi BPD.

“Saya selaku pembina Tim Perumus (Rencana Kerja Pemerintah Desa) RKPDes 2020 membuka seluas – luasnya kepada masyarakat yang menjadi prioritas seperti penyediaan air bersih. Untuk memasukan aspirasinya kedalam draft RPKDes 2020. Begi tupula isu – isu lainnya yang menjadi prioritas,” ungkap Kepala Desa Sawahan, Tamyis.

Manfaat lain yang dirasakan selama pekan aspirasi, menurut tokoh masyarakat Mukani, salah satu peserta pekan aspirasi, banyak masalah – masalah yang ada di masyarakat yang sebelumnya tidak diketahui. Karena dengan adanya pekan aspirasi masyarakat desa bersama-sama bisa tahu sampai ke lapisan terbawah masyarakat.

Penggalian aspirasi sebelumnya tidak terlalu efisien atau efektif karena BPD hanya berpatokan pada Musdus/Musdes atau menunggu masyarakat datang ke sekretariat BPD, untuk menyampaikan aspirasi.

Pekan aspirasi BPD ini melibatkan beberapa tokoh masyarakat desa. Untuk membantu BPD dalam menjangkau masyarakat desa yang lebih luas.

“Masyarakat pada hari ini bukan pada waktunya untuk takut menyampaikan aspirasi. Karena sejak munculnya UU Desa, masyarakat mempunyai hak dan kewajiban untuk terlibat dalam perencanaan pembangunan desa,” Sambung Trigus Koordinator Program Kompak di Kabupaten Trenggalek.

Sebelumnya masyarakat desa, belum memanfaatkan wadah penyampaian aspirasi/menerima laporan yang disediakan oleh BPD. Dalam penggalian aspirasi BPD belum terjangkau karena BPD hanya menerima laporan dari masyarakat di sekretariat atau mengumpulkan warga sesuai RT setiap dusunnya.

Kegiatan dilaksanakan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. bahwa masyarakat berdaulat atas anggaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *